Rekaman Di Studio

Menyanyi untuk rekaman di studio berbeda dengan tampil di atas panggung. Permasalahan yang muncul di dalam studio rekaman juga tentunya berbeda. Seorang vokalis yang lengkap harus bisa juga menjadi vokalis studio yang baik. Bekerja di studio rekaman tidak hanya terjadi saat merekam album musik saja, tetapi juga pekerjaan lain seperti rekaman musik iklan atau jingle, rekaman musik untuk film scoring dan soundtrack, dubbing lagu film adaptasi dari luar negeri, rekaman bumper radio, rekaman vokal untuk playback konser, dan ada beberapa contoh lainnya. Saya akan menulis dari sudut pandang vokalis, bukan sound engineer.

Mengatasi gugup sebelum rekaman
Banyak vokalis yang belum berpengalaman bekerja di studio, mengalami gugup yang lebih dahsyat dari demam panggung. Masuk ke ruang rekaman sendirian, dihadapkan pada mic studio yang besar dan sensitif, tidak ada suara kecuali suara vocal director dan sound engineer dari balik ruang kontrol, yang keluar di headphones monitor, lalu saat ia harus mulai menyanyi, suaranya tidak keluar maksimal karena gugup. Mengatasi masalah gugup sebelum rekaman di studio kurang lebih sama seperti saat mengatasi demam panggung, tetapi ada beberapa trik lagi yang bisa dilakukan di studio.

  • Ciptakanlah suasana yang enak bagi kamu. Misalnya dengan mematikan sebagian lampu di dalam studio. Hal ini bisa menciptakan suasana yang lebih santai dan membantu vokalis lebih menghayati lagu yang akan direkam. Ada vokalis yang sengaja membawa foto pacarnya agar bisa lebih menghayati. Apapun yang bisa menciptakan mood kamu.
  • Pemanasan yang cukup sebelum mulai rekaman. Biasanya sebelum rekaman dimulai, studio akan membutuhkan waktu untuk men-setup software dan hardware studio. Saat in sebaiknya kita gunakan untuk melakukan pemanasan. Pemanasan yang dilakukan sama seperti yang sudah dibahas dalam bab teknik vokal sebelumnya.
  • Lakukan latihan dengan track lagu beberapa kali sebelum rekaman aktual. Selain untuk vokalis pemanasan dan melatih lagunya, juga untuk engineer mensetup level audio rekaman. Hal ini lazim dilakukan, bahkan terkadang hasil rekaman yang inilah yang akhirnya diambil untuk hasil akhir, karena saat latihan, vokalis tidak merasakan beban seperti saat suaranya direkam. Tetapi ingat, jangan melakukan hal ini terlalu lama agar vokal kita tidak cepat lelah.

Bekerja dengan vocal director dan engineer
Vocal director dan sound engineer (kadang produser juga) akan bekerja dekat dengan kita selama proses rekaman berlangsung. Terkadang saat rekaman, vokalis merasa seperti murid sekolah yang sedang diuji vokalnya oleh mereka. Mereka tidak segan-segan memberhentikan kamu di tengah lagu jika ada yang salah atau kamu menyanyinya fals. Terkadang kamu harus mengulang-ulang bagian pada lagu sehingga rekaman satu lagu bisa berlangsung cukup lama. Tidak jarang hal ini membuat vokalis kehilangan mood atau bahkan kehilangan rasa percaya dirinya.

Ketahuilah bahwa vokalis, vocal director, dan sound engineer memiliki tujuan yang sama, yaitu menghasilkan hasil akhir yang terbaik. Karena apa yang sudah direkam, di-mixing, dan mastering, akan menjadi permanen dan setiap kekurang tidak bisa dilewatkan dan dilupakan karena tercatat di atas piringan CD, atau file WAV, MP3, dan akan didistribusikan kepada khalayak luas. Maka dari itu ada baiknya kita sebagai vokalis juga mengerti proses rekaman agar kita memiliki gambaran bagaimana sudut pkamung mereka dan bisa berkomunikasi lebih baik dengan mereka.

Microphone studio rekaman
Berbeda dengan microphone panggung, microphone studio rekaman biasanya tidak digenggam oleh vokalis, dan diposisikan menggunakan shockmount di atas stand. Shockmount ditujukan untuk mengurangi noise yang mengganggu. Selain itu microphone juga lebih sensitif (tergantung kebutuhan) dan menggunakan pop filter atau pembatas yang berfungsi untuk mencegah efek popping.

Posisi microphone ini sebaiknya tidak lebih rendah dari mulut vokalis, melainkan sejajar atau bahkan sedikit ke atas. Hal ini demi keuntungan vokalis menjaga postur, juga supaya vokalnya lebih nyaring dan jelas. Maka dari itu jika kita menggunakan teks saat rekaman, posisikan kertas teks lagu cukup tinggi, agar kita tidak harus melirik terlalu jauh bahkan menunduk untuk membacanya.

Jika teknik microphone di atas panggung menganjurkan vokalis mengatur jauh dekat microphone sesuai dengan dinamika suara, maka berbeda dengan microphone di studio. Biasanya sound engineer akan meminta vokalis mempertahankan jarak yang konstan dengan microphone walau saat bernyanyi dengan cukup keras. Hal ini ditujukan untuk menjaga warna suara agar konsisten, karena perubahan jarak sedikit saja bisa membuat warna suara vokalis tidak seragam di dalam lagu. Selain itu, dinamika vokal hasil rekaman bisa diatur kemudian, setelah proses rekaman selesai.

Headphones monitor
Monitor di dalam studio rekaman harus berbentuk headphones agar suara dari monitor tidak masuk ke dalam microphone. Fungsinya selain untuk mendengar suara kita sendiri, suara musik pengiring, juga untuk talkback atau komunikasi antara vokalis di ruang rekaman dengan vocal director dan sound engineer yang ada di ruang kontrol. Sebelum memulai rekaman aturlah seberapa besar kamu ingin mendengar suara kamu sendiri, efek reverb jika diperlukan, serta seberapa besar volume musik pengiringnya. Jangan ragu untuk mengatur yang kamu rasa terbaik karena akan berpengaruh terhadap performa kita.

Tips yang berguna saat rekaman menggunakan headphones monitor adalah untuk membuka telinga sebelah. Hal ini akan mempermudah kita mendengar suara kita sendiri dan mengatur pitch agar tidak fals.

VokalPlusTV: Tips rekaman vokal