Rekaman Di Rumah

Saat ini bukan hal yang aneh lagi untuk melakukan rekaman di rumah. Hal ini biasa dikenal sebagai home recording. Dulu, rekaman harus menggunakan pita, peralatannya besar dan sangat mahal, hampir tidak mungkin semua itu dapat dimiliki oleh seorang pribadi saja. Tapi sekarang adalah era rekaman digital. Hampir semua peralatan besar dan mahal itu sudah bisa diwakilkan oleh software. Pita digantikan oleh hard drive di komputer untuk menyimpan data rekaman, kompresor, efek, semua sudah berupa aplikasi, bahkan software bisa mensimulasikan ruangan rekaman, misalnya mau hasil rekamannya seperti di hall besar, ruangan kecil, dan lain sebagainya. Dengan begitu, rekaman satu album bisa dilakukan dengan laptop. Mari kita lihat peralatan apa saja yang kita butuhkan ika ingin rekaman di rumah.

Peralatan sangat sederhana

Mari kita mulai dengan yang paling sederhana. Inti dari rekaman audio digital adalah merekam suara lalu masuk ke software di komputer agar dapat diproses. Jadi, kita hanya membutuhkan: 1. Software rekaman, 2. Microphone, 3. Headphones. Misalnya kita mau rekam lagu dengan iringan gitar, kita hanya memerlukan microphone untuk merekam gitar, lalu merekam suara vokal. Untuk hal ini kita bisa menggunakan microphone USB. Mic USB ini tidak memerlukan sambungan lain selain kabel USB ke komputer. Mic USB berharga di kisaran Rp700.000,00 hingga Rp3.000.000,00. Software-nya sendiri ada yang gratisan atau bawaan dari komputer, misalnya Garage Band di Mac. Lalu headphones untuk mencegah suara track lain masuk ke microphone ketika rekaman, serta untuk mendengar hasilnya.
Dari semua peralatan yang sudah saya sebutkan di atas, ada satu hal lagi yang menurut saya justru paling utama dari microphone semahal apapun, yaitu kualitas ruangan. Jika ruangan tersebut kosong, ada jendela kaca, maka suara di ruangan itu akan gaung. Kita tidak ingin ada gaung di rekaman vokal kita. Kalau kita butuh gaung, kita bisa melakukannya dengan software supaya kita bisa kontrol gaungnya.

Peralatan yang lebih lengkap
Nah ketika tiba saatnya untuk upgrade peralatan home recording kita, ada beberapa alat lain yang bisa kita gunakan. Berikut ini di antaranya.

  • Komputer atau laptop
    Sudah jelas ya, karena ini rekaman digital. Komputer ini bisa Windows bisa juga Mac, tidak menjadi masalah, karena keduanya memang digunakan di industri. Selain itu desktop ataupun laptop tidak menjadi masalah selama spesifikasinya cukup untuk memproses audio dengan stabil.
  • Software rekaman
    Software ini selain merekam suara dan MIDI menjadi track-track, ia juga memproses hasilnya untuk di-mixing, mastering, hingga rendering menjadi hasil akhir berupa WAV ataupun MP3. Beberapa software yang bisa kamu cek: Garage Band, Studio One (free version), Audacity. Untuk pilihan yang lebih profesional, cek: Logic Pro (Mac), Pro Tools, Cubase, dan lainnya. Jangan ragu-ragu untuk mengambil lesson untuk belajar bagaimana mengoperasikan software rekaman baik secara online maupun tatap muka, karena ini adalah investasi bermanfaat yang pasti terpakai.
  • Audio Interface
    Biasa juga dikenal dengan istilah sound card, audio interface ini berfungsi untuk menjadi penyambung peralatan audio seperti microphone dan speaker ke komputer. Karena di komputer kita tidak ada colokan XLR untuk mic kita, dan tidak ada colokan jack untuk monitor speakers dan juga colokan jack untuk alat musik elektrik seperti gitar.
  • Monitor Speakers
    Monitor speakers biasanya memiliki kualitas audio yang bersih dan bisa membunyikan frekuensi dari bawah sampai atas dengan baik. Selain itu monitor speakers biasanya jujur suaranya sehingga dalam proses rekaman semua bunyi lebih transparan.
  • Headphones
    Saat kita merekam audio dengan mic, tentu kita tidak ingin suara dari track lain ikut masuk ke mic bukan? Maka dari itu saat kita merekam, kita gunakan headphones dan bukan speakers.
  • Studio Mic dan Shock Mount
    Mic studio biasanya jauh lebih sensitif dari mic panggung. Hal ini membuat mic studio sebaiknya didirikan di mic stand menggunakan shock mount agar getaran lain tidak mengganggu suara yang direkam.
  • Mic Stand
    Untuk menaruh mic studio, karena sebaiknya mic studio tidak kita genggam sendiri ketika rekaman.
  • Pop Filter
    Ini adalah beda berbentuk pipih dan bulat yang berada di antara mulut kita dengan mic. Gunanya untuk mencegah suara “pop” ketika kita mengucap huruf yang dibunyikan dengan menutup lalu membuka bibir, seperti huruf b dan p.
  • MIDI Keyboard Controller
    Dalam rekaman digital ada yang dikenal sebagai MIDI. Jadi melalui software, kita bisa membunyikan suara piano, gitar, bass, atau berbagai instrumen lainnya. Untuk merekam suara MIDI kita mengendalikannya dengan keyboard.
  • Semua kabel yang dibutuhkan
    Kabel XLR untuk microphone, kabel balanced untuk monitor speakers, kabel USB untuk MIDI controller.


Dari semua peralatan yang sudah saya sebutkan di atas, ada satu hal lagi yang menurut saya justru paling utama dari microphone semahal apapun, yaitu kualitas ruangan. Jika ruangan tersebut kosong, ada jendela kaca, maka suara di ruangan itu akan gaung. Kita tidak ingin ada gaung di rekaman vokal kita. Kalau kita butuh gaung, kita bisa melakukannya dengan software supaya kita bisa kontrol gaungnya.

Lebih baik rekaman di studio atau di rumah?

Jika kamu ada budget untuk rekaman di studio, saya lebih menyarankan rekaman di studio. Karena di studio kita akan dibantu tenaga audio yang profesional dan juga peralatan yang kualitasnya tentu lebih lengkap.