Membuat Video Cover

Saat ini ada beberapa situs di mana kita dapat mengunggah video musik kita. Baik itu video cover maupun video resmi dari lagu kita. Di antara yang paling populer adalah YouTube, Vimeo, dan saat ini tidak kalah populer adalah mengunggah video musik 60 detik di Instagram dan lebih singkat lagi 6 detik di Vine. Lalu bagaimana kita membuat video yang menarik di berbagai media tersebut? Kurang lebih intinya sama, yaitu antara lain:

Utamakan audio
Ya, betul, video memang media visual. Tetapi sebagus-bagusnya gambar kita bernyanyi, tapi musiknya penuh noise dan gaung, bukannya menikmati, malah pusing kita melihatnya. Langkah pertama untuk mendapatkan audio yang baik bukan dari alat perekamnya, melainkan dari ruangan dan lokasi kita merekam video. Sebisa mungkin cari lokasi yang tidak berisik, lalu hindari ruangan yang gaung. Jika kamu punya budget lebih, coba cek beberapa alternatif perekam audio, misalnya audio recorder terpisah yang nantinya bisa kita “jahit” dengan videonya di editor. Ada juga kamera yang memiliki audio input, artinya kita bisa mencolokkan microphone ke kamera tersebut. Bisa juga jika kamu merekam video menggunakan HP, saat ini sudah ada mic khusus HP, sehingga memungkinkan kita untuk merekam dengan kualitas audio yang lebih baik.

Gambar yang terang
Sahabat terbaik kamera adalah pencahayaan. Setelah kamu menemukan lokasi yang tidak berisik dan tidak gaung, hal berikutnya adalah melihat apakah lokasi itu memiliki pencahayaan yang cukup? Kamera berbeda dengan mata kita. Bagi kamera tertentu, cahaya biasa di sebuah ruangan itu tidak cukup menghasilkan gambar yang jernih. Kamera jaman sekarang memang sudah lebih canggih dalam merekam dengan kondisi low-light, tetapi tidak ada melakukan pengecekan terlebih dahulu kondisi pencahayaan sebelum kita mulai merekam daripada menyesal. Alternatifnya kamu bisa membeli lampu video.

Komposisi video
Setelah faktor audio dan pencahayaan sudah beres, hal berikutnya adalah komposisi atau tata letak obyek di layar. Saya hanya akan menuliskan yang penting-penting saja secara singkat. Penonton ingin melihat wajah penyanyi. Jadi jika kamu nyanyi sambil main gitar, misalnya, jangan hanya gitarnya saja yang ada dalam gambar. Lagipula ekspresi wajah kita juga kita gunakan untuk bercerita, bukan? Lalu ada dua hal yang saya rasa cukup penting dibahas yaitu: 1. Head room, alias ruang di atas kepala kita. Jika di atas kepala kita kosong, tidak ada obyek penting, sebaiknya head room diperkecil saja. 2. Rule of Third. Bayangkan layar dibagi jadi tiga secara merata, secara horizontal dan vertikal, lalu garis pembagian itulah yang kita jadikan panduan tata letak objek.

Judul dan thumbnail
Setelah video selesai diunggah, penting bagi kita memilih judul yang jelas dan membantu video itu ditemukan pengguna lain. Misalnya kita melakukan cover lagu The Beatles, sebaiknya kita tulis judulnya dengan urutan seperti ini: Judul lagu, nama penyanyinya, baru nama kita. Dengan begitu para pengguna yang melakukan pencarian judul lagu tersebut bisa menemukan video kita. Karena belum tentu yang mencari nama kita lebih banyak dari yang mencari judul lagu yang kita bawakan. Yang kedua masalah thumbnail, atau gambar tampilan video kita sebelum kita klik. Thumbnail yang jelas dan menarik perhatian akan lebih dapat kemungkinan dilihat orang daripada thumbnail yang biasa-biasa saja.