Improvisasi Dalam Lagu

Improvisasi adalah sebuah topik yang sangat besar. Bisa satu buku sendiri untuk mengupas dasar-dasar improvisasi. Jadi dalam bab ini saya akan fokus menuliskan improvisasi dalam konteks bernyanyi dan lagu saja.

Sebuah lagu, memiliki melodi, ketukan, dan kord. Pada saat lagu pertama kali ditulis, biasanya lagu tersebut sudah memiliki melodi, ketukan, dan kord yang sudah ditentukan penulisnya. Tugas penyanyi dan performer, adalah menginterpretasikan hasil karya penulis lagu sehingga lagu itu menjadi hidup dan penuh ekspresi. Salah satu alat ekspresi yang digunakan penyanyi adalah improvisasi. Improvisasi yang dimaksud di sini, bisa berupa melodi ad-libs atau nada isian di bagian kosong sebuah lagu. Bisa juga improvisasi merubah melodi orisinil lagu dengan tujuan memberikan point of interest dan tension, agar terdengar lebih menarik bagi audiens.

Improvisasi, seperti sudah dijelaskan dalam bab sebelumnya, adalah merangkai dan menyanyikan nada-nada melodi yang spontan di tempat. Spontan, memang, tetapi spontan ini harus kita perhatikan. Jika kita betul-betul spontan, maka bisa jadi hasilnya seperti asal-asalan saja tidak beraturan. Jadi spontan yang saya maksud di sini adalah spontan yang berisi dan ada maksud dan tujuannya, hasil dari pengalaman dan latihan.

Kita hanya bisa menyanyikan improvisasi yang bagus kuat, jika kita sudah cukup banyak mendengarkan referensi improvisasi bagus yang sudah ada. Bahkan dalam hal ini saya menganjurkan meniru nada-nada improvisasi milik penyanyi yang kamu suka. Meniru dengan tujuan belajar, pastinya. Dalam dunia musik jazz, meniru improvisasi sebagai bentuk latihan biasa dikenal dengan sebutan transcribing. Coba praktekkan latihan ini. Pilih satu rekaman dari penyanyi yang kamu suka, lalu cari bagian improvisasi yang menurut kamu bagus, lalu tiru. Ada dua hal yang akan terjadi di sini. Yang pertama kita melatih skill nyanyi kita khususnya fleksibilitas, dan yang kedua kita mengasah kreativitas kita dalam improvisasi.

Setelah kita sudah cukup banyak berlatih, kita akan dibuat kaget oleh diri kita sendiri. Karena tiba-tiba kita bisa mengeluarkan improvisasi secara spontan dan bagus, tanpa harus dipikir. Bisa? Kalau saya bisa, kamu juga pasti bisa. Ayo latihan!

Improvisasi secara berlebihan

Melakukan improvisasi itu sangat menyenangkan! Tapi hati-hati, ada satu hal yang bisa membuat nyanyi kita jadi tidak enak didengar, yaitu improvisasi berlebihan. Ketika kita terlalu banyak improvisasi hingga melodi orisinil sebuah lagu jadi tidak terdengar lagi, kita telah membunuh lagu tersebut. Jadi tujuan kita yang ingin memberikan point of interest malah menjadikan lagu itu pointless, atau tidak bermakna karena melodi orisinilnya telah hilang.

Tips saya untuk panduan dasar adalah sebagai berikut. Bagian awal lagu sampai ke tengah, tidak memerlukan improvisasi. Fokuslah menyanyikan melodi orisinil dengan baik, apalagi jika lagu tersebut bukan lagu yang populer, artinya audiens belum kenal dengan lagu aslinya, maka mari kita sebagai penyanyi memperkenalkan dulu nada orisinilnya pada mereka. Lalu setelah chorus pertama, masuk ke verse berikutnya boleh berikan improvisasi sedikit-sedikit, jangan langsung dikeluarkan semua senjata kita. Berikutnya pada bagian chorus menuju akhir, baru kita lebih berani dengan improvisasi. Toh pada tahap ini audiens sudah kenal dengan melodi orisinil lagu jadi masuk akal jika kita improvisasi atau kita ubah chorus yang sudah berulang beberapa kali tersebut.

Satu tips lagi untuk mengimprov lagu, kalau bisa jangan mengulang improvisasi yang sudah dilakukan. Misalnya di bagian chorus pertama kita ada improvisasi tertentu, jangan diulang lagi improvisasi yang sama dalam chorus kedua, nanti jadi ketebak dan tidak menarik lagi.