Ekspresi Dan Cerita

We sing to express, not to impress. Yang artinya kita bernyanyi untuk berekspresi, bukan untuk berlaga. Ungkapan ini patut kita resapi dan kita jalani. Semua teknik vokal yang telah kita latih dan kita pelajari, bertujuan untuk mendukung proses ekspresi.

Setiap lagu memiliki pesan. Walau katakanlah lirik lagu tersebut penuh dengan kiasan, makna yang yang tersirat, namun selalu ada pesan. Tugas kita sebagai performer lagu, untuk menyampaikan pesan itu kepada pendengar atau audiens. Di sinilah pentingnya ekspresi. Lagu tentang sedihnya patah hati, tentu kita bawakan dengan ekspresi sedih. Ada beberapa alat yang bisa kita gunakan dalam berekspresi. Antara lain alat ekspresi visual: Ekspresi wajah dan gestur tubuh. Serta alat ekspresi audio: dinamika (keras – lembutnya suara), dan warna suara (tebal – tipis).

Ekspresi visual
Berlatih di hadapan cermin itu sangat efektif bagi kita dalam mengembangkan teknik ekspresi khususnya ekspresi wajah dan gestur tubuh. Selain cermin, kita juga ada baiknya sering merekam video kita bernyanyi. Dari situ kita bisa melihat apa saja dari ekspresi wajah dan gestur yang perlu kita perbaiki, kita kurangi, kita tambah, dan kembangkan.

Dalam ekspresi wajah, mungkin satu hal paling utama adalah mata. Kita tentu ingat film animasi Pixar tentang robot dengan bentuk sederhana, yaitu WALL-E. Desain karakter robot WALL-E sangat sederhana, kepala dan wajahnya hanya ada sepasang mata. Begitu juga karakter lain di film itu, EVE yang juga hanya memiliki mata. Tapi ketika kita menonton mereka di layar kaca, kita dapat menangkap ekspresi dan perasaan mereka. Inilah kekuatan mata. Mata adalah jendela hati, maka dari itu kalau dalam performance kita terlalu sering menutup mata, kita bisa kehilangan koneksi dengan audiens.

Untuk gestur tubuh, ini juga tentu sangat mempengaruhi cara kita berekspresi. Cara kita berdiri, gerakan tangan, serta ke arah mana kita melihat. Selama bekerja dengan Agnez Mo, khususnya di saat kami di Indonesian Idol dan Nez Academy, poin yang selalu Agnez utarakan adalah pastikan setiap gerakan sekecil apapun itu ada maksudnya. Ketika lagunya balada dan kita hanya berdiri di tengah panggung dengan mic stand, misalnya, kita tetap dapat menggunakan gestur minimal tapi memberi makna. Misalnya ketika liriknya mulai dengan pernyataan yang sedih kita sedikit menunduk dengan kedua tangan memegang stand mic, lalu ketika lirik mulai naik, kita mulai menatap ke depan perlahan, dan tangan kita mulai terbuka ke samping, dan seterusnya.

Ekspresi audio
Dinamika adalah keras atau lembutnya bunyi dalam hal ini nada yang kita nyanyikan. Dinamika berpengaruh sangat kuat kepada kesan ekspresi yang diterima audiens. Contoh aplikasinya dalam bernyanyi misalnya ketika menyanyikan lirik “Pedihnya hati ini, bila kuingat dirimu. Namun kini ku t’lah bangkit dan kuhadapi hari baru!” Kalimat pertama dinyanyikan sengan dinamika lembut dan lirih, lalu kalimat kedua kita nyanyikan dengan dinamika yang kontras dari kalimat yang pertama, yaitu dengan berangsur-angsur dinamikanya naik, hingga terdengar sangat optimis di akhir kalimat. Efeknya tentu akan sangat berbeda jika kita menyanyikan kalimat tadi dengan dinamika yang merata, lembut terus dari awal sampai akhir, atau keras terus.

Kapan kita menyanyi dengan keras, kapan dengan lembut, biarkan lirik yang mendikte hal itu. Jadikan setiap kata dalam lirik penting. Jika lirik lagu yang kita nyanyikan adalah bahasa asing yang tidak kita mengerti, misalnya bahasa Jepang, Korea, dan sebagainya, kita wajib mencari tahu dulu terjemahan dari lirik lagu itu, jika tidak, bagaimana kita bisa mengekspresikannya dengan baik?

Salah satu hal yang membuat musik menjadi menarik untuk pendengar adalah tension and release, di mana sebuah lagu itu ada naik turun emosinya. Jadi, jangan kita keluarkan semua improvisasi kita, power kita, teknik kita di semua tempat dari awal sampai akhir lagu, karena jika lagu isinya tension semua maka yang mendengar juga akan capek mendengarnya. Jadikan performance kita sebagai roller coaster emosi untuk pendengar, hal ini akan jauh lebih menarik.

Penyanyi dan akting
Selama saya bermain di serial drama Stereo di NET., Saya banyak belajar mengenai akting. Salah satu pelajaran akting yang saya pegang berikut ini, sangat dapat diaplikasikan dalam bernyanyi. Pelajaran itu adalah, “akting yang baik adalah tidak akting sama sekali.” Nah lho, maksudnya bagaimana? Sederhana. Ketika kita sudah memahami betul cerita dalam sebuah adegan, keadaan situasi dan kondisinya, latar belakangnya, dan perasaan yang dilakoni, maka kita tidak perlu akting lagi, melainkan semuanya akan keluar lebih alami. Begitu pula dalam bernyanyi! Untuk setiap lagu yang kita bawakan, gali lebih dalam ceritanya, jika ada kata yang tidak kita mengerti kita cari tahu dulu, cari tahu latar belakang lagu, siapa penulisnya, tahun berapa lagu itu direkam, dari album apa, dan lain sebagainya. Hal ini sangat membantu kita dalam mengekspresikan lagu, tanpa dibuat-buat, secara alami.