Dunia Musik Profesional

Seperti sudah saya utarakan di awal buku ini, dunia profesional musik itu berat dan penuh lika-liku. Tidak mudah menjalaninye kecuali kita memang memiliki greget yang kuat. Menurut saya ada empat hal yang kita harus miliki dan kembangkan bila kita ingin berkarir sebagai penyanyi atau musisi, yaitu: 1. Skill, 2. Pengalaman, 3. Reputasi, 4. Koneksi, 5. Image.

Skill atau kemampuan
Sudah pasti jika kita ingin berkecimpung di dunia industri musik, ada standar tertentu yang harus kita capai. Dalam hal penyanyi, skill paling mendasar adalah tentu bisa bernyanyi dengan cukup baik, mengerti bagan lagu, dapat berimprovisasi dengan baik, bisa menyanyikan nada-nada harmoni atau istilah populernya “suara dua”, bisa menyanyikan lirik bahasa Inggris, mampu menghafal lirik, dan sebagainya. Sedangkan dalam hal performance, seorang penyanyi profesional haruslah dapat berinteraksi dengan penonton, dapat memberikan penampilan yang bagus, dan seterusnya. Skill harusnya sudah bukan lagi jadi pembicaraan di dunia profesional karena sudah menjadi standar. Apakah kamu memiliki skill nyanyi dan performance yang cukup baik?

Pengalaman tampil
Menurut saya, pengalaman adalah memang guru terbaik. Ketika kita mengikuti perkembangan kontestan Indonesian Idol misalnya, dari minggu pertama lalu ke minggu ke-5, ada perubahan yang baik dari sisi penampilannya. Mereka terlihat lebih percaya diri, lebih yakin, suara yang keluar lebih lepas, dan sebagainya. Hal itu dikarenakan setiap minggunya para kontestan harus naik panggung di hadapan juri dan ditonton jutaan pemirsa televisi secara langsung. Lalu, bagaimana dengan kita yang tidak ikut kompetisi serupa? Jangan khawatir, pengalaman itu ada di mana saja. Tampil di sekolah, di kantor, di acara keluarga juga merupakan pengalaman. Bahkan bagi saya, merekam video untuk diunggah di YouTube adalah juga menambah pengalaman. Ayo cari pengalaman sebanyak-banyaknya.

Reputasi yang baik
Saya tidak bisa cukup menekankan betapa pentingnya reputasi bagi karir profesional kita. Tanpa reputasi yang baik kita tidak akan menjadi top of mind, atau sosok yang akan diingat pertama kali bagi orang-orang di sekitar kita ketika mereka membutuhkan penyanyi. Reputasi didapat dari attitude atau perilaku profesional kita; mampukah kita bekerjasama dengan orang lain, apakah kita selalu tepat waktu, apakah kita pernah menimbulkah masalah dalam pekerjaan, dan lain sebagainya. Reputasi ini butuh waktu dan konsistensi untuk dibangun, namun dapat runtuh dengan satu kesalahan. Internet juga dapat kita gunakan untuk membangun reputasi yang baik. Misalnya dengan sering mengunggah karya yang bagus, dan sering mendapat ulasan positif dari orang lain. Jaga baik-baik reputasimu karena reputasi yang baik adalah aset penyanyi!

Koneksi dan jaringan yang luas
Selama saya berkarir di dunia musik, mungkin sebanyak 80% pekerjaan saya berasal dari koneksi. Bisa secara langsung maupun tidak langsung. Koneksi di sini bukan berarti KKN, karena kita harus memiliki reputasi yang baik agar koneksi bisa berpengaruh. Koneksi yang dimaksud adalah memiliki banyak kenalan di berbagai tempat dan menjaga hubungan baik dengan mereka. Saya mengajar di banyak tempat, tampil di banyak acara, mengarahkan banyak penyanyi, dan mendapat proyek studio dari banyak pihak, tapi tidak sekalipun saya melamar kerja di tempat-tempat tersebut. Saya mendapatkan pekerjaan itu dari kenalan saya dan kebetulan reputasi saya cukup terjaga. Sehingga, kapanpun mereka membutuhkan penyanyi, nama saya selalu muncul dalam top of mind mereka.

Memperluas koneksi bisa kita lakukan dengan:
1. Sering membantu teman dalam mengerjakan proyek,
2. Sering hadir di acara konser musik, jam session, workshop, dan lain sebagainya,
3. Sering tampil di acara,
4. Ikut komunitas musik,
5. Aktif di sosial media.

Poin pertama dan ketiga kadang tidak menghasilkan uang, tapi tidak apa-apa, adakalanya kita mengukur nilai sebuah pekerjaan tidak dengan nominal, kita tidak pernah tahu dari satu pekerjaan kita bisa mendapat banyak pekerjaan lainnya.

Image atau pencitraan
Dalam dunia komersil, tidak hanya suara yang dijual oleh penyanyi, melainkan juga image. Image itu sangat penting bagi sebuah brand. Nama kita adalah brand, begitu juga semua nama acara beserta sponsornya, mereka masing-masing adalah brand. Setiap brand tersebut sangat mementingkan image yang terjaga. Sekarang saya coba berikan contoh yang sederhana. Misalnya ada sebuah acara pameran wedding di Jakarta, yang disponsori oleh berbagai brand yang berhubungan dengan keluarga, seperti majalah keluarga, perusahaan travel bulan madu, wedding organizers, dan sebagainya. Kira-kira akankah acara tersebut menampilkan penyanyi yang keluarganya sedang bermasalah? Saya rasa tidak mungkin. Karena setiap aspek dari acara akan mempengaruhi image dari keseluruhan acara.