Teknik Vokal Yang Baik Dan Benar

Mungkin kamu sering bertanya, seperti apakah teknik vokal yang baik dan benar itu? Jawabannya akan saya tuliskan di akhir bab ini. Sebelumnya mari kita bahas dulu beberapa hal mendasar berikut ini.

Bagi saya, teknik itu adalah “cara melakukan.” Ya, sesederhana itu pengertiannya. Jadi teknik vokal adalah cara melakukan nyanyian. Jadi kalau begitu, teknik vokal penyanyi dangdut berbeda dengan dengan teknik vokal penyanyi seriosa? Jelas berbeda. Bagaimana jika seorang penyanyi seriosa menyanyikan dangdut dengan teknik vokal seriosa? Ya tentu bisa saja kalau mau bereksperimen, tetapi secara umum, bunyinya tidak akan jadi dangdut. Begitu juga dengan penyanyi R&B menyanyikan lagu opera dengan teknik vokal R&B tapi iringannya tetap musik opera, tentu akan tidak serasi bunyinya. Lalu pertanyaan berikutnya, jadi yang mana yang tekniknya benar, penyanyi dangdut atau penyanyi seriosa? Nah, ini dia. Bagi saya teknik vokal yang benar itu relatif, tergantung gaya musik yang dibawakan. Tapi ada teknik vokal yang baik dan tidak baik. Nah ini yang saya ingin kita fokuskan.

Tujuan teknik vokal yang baik

Gaya musik apapun yang kita bawakan, tujuan teknik vokal yang baik adalah:

  1. Mencegah cedera vokal
  2. Memproduksi kualitas terbaik dari suara kita yang sesuai dengan yang kita inginkan
  3. Memberi kebebasan teknis dalam mengekspresikan ide dan kreativitas.

Seperti sudah kita bahas di bab sebelumnya, cedera vokal itu nyata adanya. Bukan mitos, bukan dongeng, tapi betul-betul bisa terjadi, dan terjadi kepada kita. Berbeda dengan nyanyi di kamar sendiri, kondisi dan situasi saat kita manggung di dunia nyata itu bagai medan tempur yang penuh tantangan dan kejadian yang tak terduga. Misalnya tiba-tiba speaker monitor kita mati, atau mic kita yang mati, belum lagi misalnya ada penonton yang menggoda kita dengan berteriak-teriak, lalu saat manggung di luar ruangan anginnya begitu keras, dan sebagainya, semua itu berpengaruh pada penampilan kita. Akhirnya secara tidak sadar kita bernyanyi dengan survival mode, teknik seadanya, kadang teriaknya terlalu berlebihan, husky-nya dipaksakan, suara seraknya overpower, sehingga pada saat turun panggung, suara kita mulai terasa habis, bahkan saat besoknya bangun pagi, suara hilang. Ini masih bentuk cedera vokal yang bisa sembuh sendiri. Tapi kalau ini terus menerus diulang, cedera vokal akan semakin serius dan harus ditangani ahlinya.

Teknik vokal yang baik mengurangi resiko ini. Seorang penyanyi yang terlatih harus sadar suara, dia tahu betul kapan ia mencederai suaranya. Sehingga, ketika ia melewati bagian-bagian sulit dari lagu yang ia bawakan di bawah kondisi tekanan panggung, teknik vokalnya akan menjaga suaranya.

Dalam belajar dan melatih teknik vokal yang baik, kita belajar yang namanya tone production, lalu belajar mengenai range vokal kita, di mana bridge kita, di mana head voice kita, dan sebagainya. Ini membuat kita mengenal aset kita.

Jika panggung adalah medan tempur, maka suara adalah persenjataan kita. Dengan latihan yang cukup, kita akan bisa memproduksi suara paling optimal yang kita miliki. Hambatan-hambatan seperti nafas yang bocor, resonansi yang mendem, nada yang ketinggian atau kerendahan, semua itu sudah kita latih semua.

Yang terakhir, teknik vokal yang baik akan memberikan kebebasan dalam mengekspresikan kreativitas kita. Kadang ada lagu yang memiliki bagian-bagian yang sulit. Dalam pikiran kita, kita ingin menyanyikan bagian itu tapi apa daya tekniknya belum bisa, kan hal ini cukup membuat frustrasi. Misalnya nada-nada improvisasi, cengkok, melismatik, atau apapun itu. Nah, tapi jangan bersedih, menurut pengalaman saya, semuanya itu bisa dilatih. Saya banyak menemui murid vokal yang pada awalnya tidak bisa melakukan improvisasi dengan baik, lalu dalam waktu beberapa bulan perkembangannya luar biasa. Never underestimate your ability! Dengan latihan, kita akan mengejutkan diri kita sendiri.

Jadi seperti apa teknik yang baik dan benar?

Teknik vokal yang memungkinkan penyanyi mengeluarkan suara terbaik dari dirinya sesuai gaya musik, preferensi artistik dan kreativitasnya, dengan aman dan nyaman, enak untuk yang nyanyi dan enak untuk yang mendengar.