Range Vokal

Artwork by Tomas Soejakto (IG: @tomassoe)

Setiap orang memiliki wilayah nada atau range vokalnya masing-masing. Nada paling rendah yang bisa kita nyanyikan, nada paling tinggi, dan semua nada di antaranya adalah nada yang berada di dalam range vokal kita. Pada umumnya, rata-rata range vokal manusia adalah sekitar 2,5 hingga 3 oktaf. Seperti kita ketahui, range vokal pria dan wanita sangatlah berbeda. Range vokal pria yang biasanya pita suaranya lebih panjang dan tebal, berada di area yang lebih rendah dibandingkan suara wanita yang tinggi karena pita suaranya lebih kecil dan tipis.

Range vokal pria dan wanita tadi dibagi menjadi beberapa jenis. Untuk wanita, secara umum dibagi menjadi tiga, yaitu alto (rendah), mezzo-sopran (sedang) dan sopran (tinggi). Sedangkan untuk pria adalah bass (rendah), bariton (sedang), dan tenor (tinggi). Hal ini tergantung kepada bentuk instrumen vokal mereka masing-masing. Berikut ini gambaran range vokal masing-masing jenis suara tersebut.

Sekali lagi saya perlu ingatkan, bahwa range vokal setiap orang itu unik. Walau dua orang memiliki suara bass misalnya, mungkin saja yang satu bisa turun lebih rendah daripada yang lain. Sehingga, bagi saya pembagian jenis suara seperti di atas hanyalah label yang fungsinya memudahkan pembagian grup penyanyi, misalnya penyanyi dalam paduan suara (SATB: Sopran, Alto, Tenor, Bass), penyanyi dalam pertunjukkan opera dan musikal. Pembagian suara wanita dan pria ini juga tidak kaku, misalnya, di dalam paduan suara, jika seorang penyanyi wanita suaranya cukup rendah, bisa saja ia masuk di seksi tenor dengan para pria. Begitu juga sebaliknya, jika ada pria yang suaranya cukup tinggi, bisa saja ia masuk ke seksi alto. Hal ini sering terjadi di dalam paduan suara yang kekurangan anggota di seksi tertentu.

Oktaf
Oktaf adalah jarak antara dua nada dengan nama yang sama. Jarak satu oktaf adalah 8 nada. Misalnya dari Do ke Do tepat 8 nada di atasnya atau di bawahnya. 1=Do, 2=Re, 3=Mi, 4=Fa, 5=So, 6=La, 7=Si, 8=Do.

Mengetahui range vokal kita sendiri

Kita bisa mencari tahu range vokal kita dengan bantuan piano, karena piano memiliki range yang sangat luas, mencakupi semua range vokal, bahkan mencakupi semua alat musik di dalam sebuah orkestra. Bisa dilihat pada gambar di atas range vokal rata-rata setiap jenis suara. Cara yang biasa digunakan adalah dengan mencari tahu nada paling rendah yang bisa kamu nyanyikan dengan jelas, lalu lihat pada gambar mana jenis suara yang paling cocok untuk kamu.

Tessitura atau oktaf nyaman
Setiap penyanyi memiliki wilayah nada yang paling nyaman untuk ia nyanyikan. Hal ini dikenal sebagai tessitura, atau oktaf nyaman. Biasanya oktaf nyaman ini terletak di tengah range vokal, sehingga setiap nada di dalamnya dapat dinyanyikan dengan mudah dan jelas.

Jembatan atau passaggio
Jembatan yang dimaksud adalah jembatan antara suara dada atau chest voice, dengan suara kepala, atau head voice. Ini adalah nada-nada tanggung di range vokal kita, yang terasa terlalu tinggi untuk dinyanyikan dengan chest voice, namun terlalu rendah jika dinyanyikan dengan head voice. Kita akan membahas lebih detil masalah ini di pembahasan register vokal.

Memperlebar range vokal

Ya, kita semua bisa memperluas range vokal kita. Tetapi menurut saya, sebetulnya lebih tepat jika hal ini kita sebut mengoptimalkan range vokal yang kita miliki. Mengapa demikian? Karena kebanyakan penyanyi belum menggunakan range vokalnya secara optimal. Seringkali nada-nada tinggi atau rendah yang jarang tersentuh di dalam lagu menjadi lebih sulit dinyanyikan, karena kita tidak terbiasa menyanyikan nada-nada tersebut.

Jadi sebelum kita mencoba melebarkan range vokal kita, mari kita maksimalkan dulu range vokal yang kita miliki, dengan cara sering melatih vokal kita, khususnya latihan vokalisi. Vokalisi adalah latihan vokal menggunakan pola-pola nada dengan berbagai suku kata, dan biasanya meliputi nada-nada dalam range vokal kita dari bawah hingga ke atas. Jadi berbeda dengan latihan dengan menyanyikan lagu, di mana kita hanya menggunakan beberapa nada dari range vokal kita. Berbagai latihan vokalisi akan kita lakukan dalam bab lain di buku ini.

Perubahan range vokal pada anak

Pada anak-anak yang sedang mengalami masa transisi dari suara anak menjadi suara dewasa, terjadi perubahan pada range vokal mereka. Sebelum suara mereka pecah menjadi suara dewasa, suara mereka tinggi, dan memiliki range vokal di wilayah nada tinggi. Suara anak biasa disebut suara Treble, dan bukan sebagai SATB. Ketika mereka menjalani masa transisi, usianya bervariasi tetapi rata-rata usia 10-13 tahun, bisa sampai 15 tahun bagi anak laki-laki, batas range vokal bagian atas atau nada tingginya akan menurun ke bawah, sementara batas suara bawah atau nada rendahnya masih tetap di tempat yang sama, menyebabkan range vokal mereka menyempit. Mereka akan kesulitan menyanyikan nada tinggi yang dulunya bisa mereka capai, sementara nada rendahnya masih belum ikut turun ke bawah. Ketika suara mereka sudah berubah secara penuh, barulah nada rendahnya ikut turun ke bawah sehingga mereka memiliki range vokal yang utuh lagi, walau range vokalnya turun secara keseluruhan. Hal ini normal dan alami, jangan khawatir jika penyanyi cilik mengalami perubahan ini. Justru malah aneh kalau ada penyanyi cilik yang hingga dewasa suaranya tetap cilik, kan?

Dalam masa transisi di atas, kita sebagai guru atau orangtua sebaiknya tidak memaksakan anak untuk menyanyikan nada yang terlalu tinggi atau terlalu rendah, melainkan ikuti saja range yang nyaman bagi mereka dan biarkan suara mereka berkembang secara alami.

YouTube VokalPlus: Range vokal dan oktaf suara