Postur

Postur atau kuda-kuda yang baik adalah modal penting bagi vokalis agar dapat memproduksi yang terbaik vokalnya. Seperti halnya pianis yang melatih postur duduknya dan posisi tangan dan jari-jarinya, atau bagaimana seorang gitaris memegang gitarnya, vokalis juga melatih postur tubuh untuk menyanyi. Postur penyanyi juga sangat berkaitan erat dengan kinerja pernafasan kita yang akan dijelaskan lebih mendetil pada bab selanjutnya. Selain itu postur yang baik juga menunjukkan profesionalitas, kepercayaan diri, serta enak dilihat di atas panggung. Postur yang lemah akan seperti senar biola yang kendor, tidak bisa menghasilkan suara yang enak didengar.

Pada dasarnya postur yang baik bagi penyanyi adalah postur yang seimbang, netral dan lurus tanpa menjadi terlalu tegak dan kaku. Yang dimaksud posisi yang netral adalah posisi di mana tidak ada otot kamu yang menahan, semuanya netral kepada arah gravitasi, sehingga seluruh otot kamu dalam keadaan rileks dan tidak ada tenaga yang terbuang karena menahan ketidakseimbangan. Apapun yang kita lakukan dalam teknik vokal harus dilakukan tanpa tekanan dan ketegangan, begitupun dengan postur. Postur vokalis harus tetap fleksibel, elastis, seimbang, di saat yang bersamaan ada perasaan menopang yang kokoh.

Pada posisi berdiri, posisi berdiri adalah posisi paling baik untuk bernyanyi, bayangkan titik tertinggi tubuh kamu yaitu kepala bagian atas terkait pada seutas tali yang menggantung ke langit-langit sehingga posisi kepala kamu tidak menunduk maupun mendongak, pkamungan lurus ke arah garis horizon, tulang punggung sedikit ditarik ke atas seperti busur panah, dada agak tinggi tetapi tidak membusung, turunkan bahu dan relaks, kedua tangan menggantung di samping tubuh kita, kaki terbuka selebar bahu. Dalam disiplin vokal klasik kaki kanan sedikit lebih maju dari kaki kiri serta otot bokong sedikit ditahan ke atas, menjadikan area bokong ke atas area punggung menjadi penopang yang kokoh. Postur dasar ini membuat leher kamu rileks tanpa tekanan, kkamung rusuk terbuka menyebabkan paru-paru leluasa mengembang serta saluran pernafasan membentuk silinder sehingga laju udara tidak terhambat.

Postur di panggung

Lalu, bagaimana jika menyanyi di panggung? Apakah harus lurus seperti itu? Jika kita bandingkan dengan latihan karate, ketika berlatih pukulan, posisi jari saat mengepal, posisi kuda-kuda, serta gerakan memukul diatur sedemikian rupa, namun saat sparing full contact tentu tidak harus begitu, tubuhnya yang sudah terlatih dengan otomatis mempertahankan kondisi optimal pukulan tersebut tanpa harus jadi kaku. Begitu pula dengan vokalis.
Vokalis yang terlatih dan telah mengerti konsep postur ini tidak akan memiliki masalah untuk bergerak dan berpose di atas panggung, karena tubuhnya telah mengingat apa yang telah dilatih sehingga gerakannya tidak akan berkompromi dengan teknik vokalnya. Konsep postur yang telah dikuasai dalam posisi berdiri dapat ditransfer ke posisi lainnya. Tidak hanya penyanyi pop atau rock saja yang banyak gerak di atas panggung, penyanyi teater musikal dan opera juga harus banyak bergerak dan merubah pose saat berakting sambil bernyanyi.

Relaksasi untuk penyanyi

Latihan berikut bertujuan untuk membantu kita melakukan pemanasan dan relaksasi tubuh sebelum melakukan latihan menyanyi. Pada dasarnya latihan berikut adalah pelemasan otot yang kita gunakan dalam bernyanyi seperti leher, pundak, punggung, dan rusuk. Pelemasan ini juga berguna untuk “membangunkan” bagian tubuh kita tersebut agar siap untuk bernyanyi.

Berdiri tegak dengan kedua tangan di samping, bernafas secara normal, dan biarkan kepala dan pundak dalam keadaan rileks setiap saat. Turunkan dagu ke arah dada, lalu mulailah melakukan gerakan memutar leher dan kepala ke kiri, lalu ke atas dan belakang (sedikit saja), ke kanan, lalu kembali ke posisi bawah sepeti semula agar gerakan membentuk lingkaran. Lakukan ini seraha jarum jam dan sebaliknya masing-masing 5 kali.

Naikkan pundak ke arah kepala, perlahan lakukan gerakan memutar ke belakang, ke bawah, lalu ke depan, ulang gerakan ini 5 kali setelah itu lakukan ke arah yang berlawanan. Setelah selesai, goyangkan tangan untuk melepaskan ketegangan.

Bungkukkan tubuhmu ke bawah dengan dengkul sedikit dibengkokkan, rasakan tulang punggung kamu satu persatu menekuk, membungkuk perlahan hingga kurang lebih pundakkita sejajar dengan pinggang dengan tangan dibiarkan jatuh ke lantai, rasakan tarikan memanjang pada tulang punggung kamu. Lalu perlahan naik ke posisi berdiri semula dengan tangan bergerak ke atas kepala sehingga lurus ke atas, lalu gerakan tangan ke arah samping secara perlahan sampai kembali kepada posisi semula.
Angkat tangan kanan kamu ke atas, telapak tangan seperti memegang langit-langit, tangan kiri kamu di pinggang, lalu miringkan badan kamu ke samping kiri untuk membangunkan bagian rusuk kamu. Lakukan ke arah sebaliknya.

Tangan kiri di pinggang dan tangan kanan di depan dada dengan jari-jari tangan mengarah ke kiri kamu, lalu putar badan kamu ke kiri, posisi kaki tetap memijak. Masih untuk rusuk kamu.
Sambil menjaga kepala tetap relaks dan menghadap ke depan, buka mulut dan menguap, lakukan hal ini 2 kali, setelah itu tarik nafas panjang sepanjang 5 hitungan dan hembuskan nafas perlahan selama 15 hitungan.

Posisi tubuh saat latihan vokal

  • Tidak bungkuk.
  • Posisi dada cukup tinggi untuk memberi ruang pada organ pernafasan, tetapi tidak membusung.
  • Pandangan lurus ke depan menatap horizon.
  • Tidak mendongak saat menyanyikan nada tinggi, tidak menunduk saat menyanyikan nada rendah.
  • Mulut dibuka untuk menghasilkan diksi dan artikulasi yang baik, jangan ditahan, jangan khawatir wajah kamu akan terlihat aneh.
  • Jangan menarik perut masuk seperti peragawati/peragawan. Biarkan perut bergerak natural terutama saat menghirup nafas.
  • Jika membaca teks, jangan memegang kertas teks dengan tangan kita sehingga otot dada dan tangan menjadi tegang, gunakanlah music stand, ketinggian music stand cukup untuk mata kita dapat membacanya tanpa harus menundukkan kepala.

YouTube VokalPlus: Pelenturan sebelum nyanyi