Nada Tinggi

Nada tinggi adalah topik yang paling sering dibahas dalam belajar vokal. Karena memang, nada tinggi itu menarik pendengar. Bahkan kita bisa melihat di acara live show, nada tinggilah yang seringkali mendapat respon positif dari penonton. Dalam program TV kompetisi bakat Rising Star di RCTI misalnya, pemirsa dapat melihat pergerakan grafik jumlah voting secara real-time saat kontestan tampil. Dan tentu kamu bisa menebak, grafik selalu naik pesat di kala kontestan menyanyikan nada tinggi dengan sukses.

Jadi, bagaimana kita bisa menyanyikan nada tinggi dengan baik?

Mari kita sama-sama dahulu cermati, nada tinggi itu yang seperti apa? Karena sering juga kita menyalah artikan nada dengan power besar sebagai nada tinggi, padahal belum tentu. Nada tinggi itu bisa saja nada falsetto yang tipis. Nada tinggi bagi seorang pria belum tentu tinggi bagi seorang wanita oleh karena perbedaan jenis suara.

Nada tinggi yang akan kita latih di sini adalah nada yang berada di bagian atas chest voice kita di jembatan sebelum pecah ke head voice. Jika definisi ini membuatmu bingung, harap kembali ke bab register vokal. Tapi intinya adalah nada tinggi yang masih tebal dan kuat.

Membahas nada tinggi tidak bisa lepas dari bridge, passaggio, dan mix voice. Jadi, latihan-latihannya fokus menargetkan area-area tersebut.

Lip trill satu setengah oktaf
Langkah pertama, kita harus nyaman dahulu dengan perpindahan register dari chest ke head voice, melewati bridge dengan mix voice. Lakukan latihan ini dengan rileks, tanpa pemaksaan, tanpa ketegangan di area leher. Saat melewati transisi ke nada head voice, justru kita menipis, dan bukan menambah tenaga. Santai saja. Catatan: Jaga laring tetap di bawah dengan membunyikan suara yang tidak cempreng.

Mam, mam, mam, satu setengah oktaf
Kita menggunakan mam, mam, mam, dahulu untuk latihan pertama, lalu setelah itu kita bisa mengulang latihan ini dengan mengganti suku katanya menjadi, no, no, no, lalu gug, gug, gug, dan bub, bub, bub, untuk latihan ini. Semua huruf konsonan ini berfungsi sebagai “pegangan” bagi kita saat melewati area yang biasanya kita tegang. Sama seperti latihan sebelumnya, lakukan latihan ini dengan rileks tanpa ketegangan di pita suara.

Pharyngeal voice
Pharyngeal voice adalah suara yang resonansinya di belakang hidung, maka terdengar cempreng. Suara cempreng ini bermanfaat untuk kita latihan vokal khususnya latihan nada tinggi. Pada saat kita mulai naik ke atas chest voice kita menuju ke bridge, reaksi orang yang tidak terlatih adalah menaruh beban di leher sehingga terasa dan terdengar memaksa. Selain terdengar memaksa, efeknya juga buruk untuk pita suara kita jika dilakukan terus menerus. Dengan pharyngeal voice, kita belajar memindahkan beban itu ke atas, ke belakang hidung, sehingga tenggorokan kita, leher kita bisa tetap rileks. Masuk akal ya?

Bagi sebagian orang, melatih pharyngeal voice hanya sebagai batu loncatan meraih mix voice. Tetapi tidak sedikit yang ketika bernyanyi tetap menggunakan pharyngeal voice-nya. Biasanya penyanyi soul dan rock yang ketika belting menggunakan pharyngeal, jadi ada sedikit cemprengnya tapi bukan berarti tidak bagus. Misalnya Stevie Wonder di nada atas kadang terdengar pharyngeal. Juga vokalis Guns & Roses, Axl Rose, dengan suara khasnya itu.

Mix voice, nada tinggi, passaggio, itu adalah masalah akses. Latihan sederhana ini membantu kita mencari akses tersebut. Bayangkan di antara rongga mulut dan rongga hidung ada gang kecil, itu adalah passaggio, jadi kita justru kurangi tenaga dan cari penempatan suara hingga bisa melewati chest ke head voice tanpa ada “patah” dan terdengar mulus.

Latihan humming lalu dibuka ke aah
Humming dengan pharyngeal membantu kita melewati area transisi dengan mix atau blending chest dengan head voice. Ketika kita dapat menyanyikan mix itu dengan humming, langsung kita buka mulut dengan huruf a dengan mempertahankan teknik yang kita gunakan saat humming dengan pharyngeal tadi.

Latihan ney, ney, ney, dengan phrayngeal
Beri penekanan pada huruf “n” dan tempatkan suara di belakang hidung, memang jadi agak cempreng tetapi tidak apa-apa, kita belajar untuk tidak menempatkan beban nada tinggi di leher.

Latihan Laa 3 putaran
Latihan ini cukup sulit dilakukan bagi pemula, tetapi menurut saya cukup penting dan efektif dalam melatih nada tinggi kita. Kita mulai dari regitser yang tidak terlalu tinggi, lalu semakin naik, saat kita merasa nadanya sudah mulai ke langit-langit chest voice, kita rileks dan mengecil, tempatkan suara di antara rongga hidung dan rongga mulut. Saya ingat, ini adalah satu latihan yang sangat penting bagi saya karena melalui latihan ini saya menemukan mix voice saya. Yang penting, tolong jangan memaksakan diri melatih nada tinggi! Latih secara perlahan, lama kelamaan kita akan menemukan “akses” itu.

YouTube VokalPlus: Cara nyanyi nada tinggi

Untuk latihan vokal lainnya, install aplikasi 7 Minute Vocal Warm Up saya, tersedia untuk android dan iPhone.