Latihan Pernafasan Untuk Penyanyi

Berbaringlah di lantai, sebaiknya ganjal kepala kamu agar posisinya lebih natural. Tekuk kedua kaki kita dengan posisi yang nyaman, tidak ada tekanan pada bokong. Letakkan kedua tangan di samping. Dalam posisi ini, selain posisi badan bagian atas yang sudah tegak lurus, kita lebih mudah untuk rileks, juga posisi ini akan mempermudah kita merasakan gerakan otot pernafasan.
Namun jika kondisinya sedang tidak memungkinkan bagi kamu untuk berbaring di lantai, tidak usah juga tidak masalah. Misalnya kamu mau latihan nafas ketika sedang berada di dalam mobil, dalam posisi duduk, bersandar dengan rileks.

Relaksasi
Langkah pertama adalah untuk rileks. Caranya mulai dari kaki, kencangkan otot kaki kamu, tahan beberapa saat lalu lepaskan hingga tidak ada lagi tekanan. Lalu lakukan dengan otot perut, tangan, dan bahu kamu. Setelah itu buka mulut kamu, goyangkan memutar rahang kamu untuk melemaskannya. Saat kamu sudah merasa rileks, kamu siap melakukan latihan pernafasan.

Tarik nafas lewat hidung rasakan perut kamu naik ke atas, lalu hembuskan perlahan lewat mulut dengan posisi bibir seperti bersiul. Lakukanlah beberapa kali, rasakan setiap kali kamu hal ini otot-otot yang bergerak (aktifitas terbanyak di area perut bagian bawah dan bukan di pundak maupun dada), rasakan pula lajunya udara masuk dan keluar dari tubuh kamu.Latihan 10 Hitungan — mp3: v01-02
Latihan ini akan melatih kita untuk mengendalikan pernafasan kita dengan lebih baik. Caranya cukup mudah namun bisa melelahkan terutama bagi yang belum terbiasa. Mulai dengan menghembuskan seluruh udara keluar dari tubuh kamu. Lalu secara perlahan tarik nafas melalui hidung, isi perut bagian bawah, selama 10 hitungan, tahan dengan perut kamu selama 10 hitungan, lalu hembuskan perlahan selama 10 hitungan hingga kosong, lalu tahan kembali selama 10 hitungan, lakukan putaran ini sebanyak 3 kali/set lalu istirahat selama kira-kira 30 detik. Ulangi sebanyak 3 – 5 set.

Latihan Ban Kempes
Setelah kamu lakukan latihan di atas beberapa kali, lanjutkan dengan latihan berikutnya yaitu latihan yang biasa disebut “ban kempes”. Masih dalam posisi berbaring, tarik nafas lalu buat suara mendesis seperti ban kempes “sssssss…” tahan suara tersebut sepanjang kamu bisa sambil dihitung waktunya dengan stopwatch. Seorang pemula yang belum terbiasa melatih pernafasan biasanya bisa melakukannya selama 25-35 detik. Sedangkan seseorang yang terlatih bisa sampai 50-60 detik bahkan lebih.

Selama kamu melatih ban kempes ini, konsentrasi untuk membuat suara yang halus tidak perlu keras, dan konsentrasi agar suaranya konsisten dari awal berbunyi hingga akhir, tidak naik turun intensitasnya. Selain itu perhatikan untuk mengontrol keluarnya nafas kamu dengan otot diafragma di perut bawah dan bukan dikontrol oleh tenggorokan. Saat menghembuskan nafas kencangkan sedikit ke atas otot perut. Ulang sebanyak 3-5 kali.

Ukur berapa lama kamu dapat membunyikan ban kempes, lalu setiap dua minggu latihan rutin, kamu hitung kembali untuk seberapa jauh kemajuan kamu.

Sampai di sini ada tiga hal yang akan kamu rasakan. Pertama, kamu akan merasa lebih relaks. Kedua, mungkin kamu akan sedikit pusing karena otak belum terbiasa menerima laju oksigen yang seperti itu. Dan ketiga, organ pernafasan kamu sudah “bangun” dan siap untuk bekerja dan digunakan dalam bernyanyi.

Untuk latihan berikutnya kamu tidak lagi berbaring, silahkan berdiri perlahan. Cek kembali postur kamu, dan jaga agar tetap relaks.

Melatih Diafragma

Saat ini kita akan melatih diafragma kita. Perlu diingat bahwa diafragma juga bertanggung jawab terhadap kontrol pitch kita dan juga kemampuan kita melakukan vibrato. Sehingga diafragma yang terlatih akan meningkatkan kualitas vokal kita selain secara fisik juga secara kreatif.
Dalam posisi berdiri, atau duduk tegak tidak bersandar, Posisikan pegangan kamu tepat di bawah tulang rusuk yang terbawah, lalu katakan dengan hentakan “hah, hah, hah, hah” rasakan dengan pegangan kamu sensasi bagaimana otot diafragma kita berkontraksi dengan setiap hentakan.

Panting atau terengah-engah
Latihan pertama adalah latihan panting. Latihan ini mirip dengan gerakan nafas seekor anjing, tapi lidahnya tidak usah ikut keluar ya.

Contoh latihan panting

Nafas kaget
Latihan kedua, posisi pegangan masih pada tempatnya, tarik nafas lewat mulut secara tiba-tiba dan cepat, seperti saat kamu kaget melihat sesuatu, lalu hembuskan perlahan dengan bibir seperti bersiul. Lakukan hal ini 10 kali/set sebanyak 3 set.

Contoh latihan nafas kaget

Nafas 4 x 4
Untuk latihan ketiga, tarik nafas melalui hidung sebanyak 4 kali, lalu hembuskan dengan mendesis dan menghentak sebanyak 4 kali.

Contoh latihan nafas 4×4

Nafas 4 x 8
Dan untuk latihan yang keempat, mirip seperti latihan sebelumnya, tarik nafas melalui hidung 4 kali, tetapi hembuskan dengan mendesis dan menghentak sebanyak 8 kali, jadi hembuskan dua kali lebih cepat.

Contoh latihan nafas 4×8

Latihan lainnya

Latihan fisik lainnya yang bisa kamu lakukan untuk memperkuat organ pernafasan kamu adalah melatih otot perut dengan Sit-up dan melatih punggung dengan latihan pose Superman. Konsultasikan dokter kamu sebelum melakukan latihan-latihan di atas. Jika kamu merasa sakit saat melakukan latihan, maka sebaiknya tidak diteruskan.

Demikian beberapa latihan pernafasan yang menurut saya sangat baik dilakukan secara rutin. Masih banyak latihan pernafasan lain tetapi latihan di atas adalah beberapa yang menurut saya paling mendasar dan telah membantu saya meningkatkan pernafasan vokal saya.

Beberapa tips

Saat bernyanyi kamu tidak harus menghirup nafas sampai penuh sekali melainkan secukupnya saja. Ketika kamu menghirup nafas sampai penuh tenggorokan kamu akan ikut menahan udara dan hal itu sebaiknya dihindari. Selain itu, karena udara terlalu banyak, maka semakin sulit untuk dikontrol, terutama saat memulai nada, biasanya pitch akan bermasalah.

Jangan mengambil nafas, lalu menahan sejenak, baru mulai menyanyi. Karena jika kamu lakukan seperti ini, kamu akan kehilangan momentum. Bayangkan kamu akan melompat jauh ke depan, kamu akan mundur atau jongkok sedikit lalu langsung melompat, tidak ditahan dulu. Sama halnya seperti pernafasan kita. Juga saat kamu menahan nafas, kamu memberi tekanan pada tenggorokan kamu.

YouTube VokalPlus: Latihan diafragma bersama Indra Aziz