Intonasi Dan Frasering

Hal lain yang perlu diperhatikan saat bernyanyi adalah intonasi dan frasering dari lagu. Intonasi dalam berbicara sehari-hari adalah “nada” dalam berbicara. Misalnya saat sedang kesal, intonasi bicaranya meninggi, sedangkan dalam bernyanyi adalah bagaimana kita dapat menyanyikan sebuah nada dengan tepat pitch-nya dan tidak fals. Terutama saat memulai satu kalimat dalam lagu, seringkali vokalis tidak langsung tepat pada nada sasaran. Sedangkan frasering atau phrasing dalam bahasa Inggris, adalah bagaimana pemenggalan sebuah kata, di mana berhenti untuk mengambil nafas, cara kita mengucapkan, atau mengekspresikan sebuah kalimat dalam lagu, dsb. Keduanya adalah faktor penting dalam menentukan enak atau tidaknya sebuah nyanyian didengar.

Intonasi
Walau terkesan mudah bagi sebagian orang, tetapi menjaga pitch agar selalu tepat tidak sharp atau flat adalah sesuatu yang cukup sulit dilakukan. Kecenderungan vokalis untuk menyanyi sedikit di atas atau sharp masih cukup bisa ditoleransi, tetapi tidak jika sedikit di bawah atau flat. Masalah intonasi ini sangat berhubungan erat dengan pernafasan. Support yang lemah dari pernafasan menyebabkan nada sedikit flat.

Banyak vokalis bermasalah dengan intonasi saat memulai menyanyikan frase yang panjang. Penyebabnya adalah saat bersiap menyanyikan frase yang panjang vokalis mengambil nafas cukup banyak, sehingga pada saat nada dibunyikan udara yang dihembuskan sedikit berlebih atau lepas kontrol biasanya menyebabkan nada permulaan ini fals. Hal ini bisa diperbaiki dengan melatih kontrol pernafasan. Lihatlah kembali kepada bab pernafasan dan lakukan latihan ban kempes secara teratur.

Frasering
Frasering juga berkaitan erat dengan pernafasan. Khususnya bagaimana seorang vokalis memenggal kata atau kalimat untuk mengambil nafas. Selain untuk mengambil nafas cara frasering juga bisa menentukan gaya menyanyi seseorang. Umumnya, memenggal sebuah kata dalam lirik lagu untuk mengambil nafas tidak enak didengar. Contohnya dalam kalimat “aku sangat mencintaimu” dinyanyikan “aku sangat mencin (nafas) taimuu”, sangat tidak enak didengar. Yang lebih baik dalam menyanyikan contoh di atas adalah “aku (nafas) sangat mencintaimu” atau pilihan kedua adalah “aku sangat (nafas) mencintaimu”. Solusi untuk mencegah hal ini adalah seorang vokalis sebaiknya sebelum menyanyikan sebuah lagu duduk dengan lirik lagu tersebut lalu memberi tanda (umumnya berupa koma di atas) di tempat-tempat mana yang bisa digunakan untuk mengambil nafas. Hal ini juga sering dilakukan pemain alat tiup untuk mencegah frasering yang jelek, dan digunakan juga oleh paduan suara untuk menyamakan pemenggalan dalam nyanyian satu grup.

Masalah lainnya yang sering muncul dalam frasering adalah saat menyanyikan satu frase, fokus seorang vokalis sudah maju terlalu ke depan ke frase berikutnya sehingga yang sedang ia nyanyikan tidak kuat hingga di akhir frase. Vokalis yang baik akan memberikan “nyawa” untuk setiap kata dalam setiap kalimat yang ia nyanyikan, dari awal hingga akhir frase.

YouTube VokalPlus: Artikulasi dalam bernyanyi