Attack Nada

Bagi saya salah satu bagian terpenting dalam nyanyian seorang vokalis adalah bagaimana ia memulai nada. Bunyi nada pertama dari sebuah frase dapat menentukan bagaimana kesan secara keseluruhan dari frase tersebut. Apakah intonasinya bagus, tepat pada pitch yang dituju, dinamikanya halus, atau keras, dan sebagainya. Cara memulai nada ini juga harus dilatih dalam latihan-latihan vokalise, sehingga pada saat menyanyi di panggung, seorang vokalis tinggal memilih sesuai dengan kebutuhan ekspresi artistik saja tanpa harus menguras banyak pikiran.

Glottal attack
Glottal attack adalah memulai nada secara patah atau dadakan. Hal ini terjadi ketika pita suara menutup saluran udara lalu dibuka mendadak untuk membunyikan suara. Hampir selalu terjadi saat permulaan nada tersebut adalah huruf vokal. Lama kelamaan hal ini dapat menimbulkan cidera vokal. Contoh glottal attack adalah pada kalimat “’aku ‘ini ‘adalah” dengan pengucapan setiap kata dengan patah. Kebalikan dari contoh glottal attack di atas adalah membaca kalimat contoh dengan “akuwiniyadalah”.

Soft attack
Soft attack adalah kebalikan dari glottal attack. Memulai kata dengan huruf vokal dengan halus seakan ada tambahan huruf “h” sebelumnya. Misalnya mengucapkan “Amanda” dengan “(h)amanda”. Soft attack ini biasanya digunakan untuk lagu-lagu yang lebih pelan atau balada, sehingga kesan yang didapat adalah halus.

Coordinated attack
Sedangkan di tengah-tengah ada coordinated attack, yaitu gabungan antara kedua attack di atas. Attack yang satu ini adalah yang menurut saya paling baik secara umum. Tetapi kedua attack di atas juga baik terutama untuk memberikan kesan tertentu sesuai dengan kebutuhan artistik.