Pendengar Yang Baik

Artwork by Tomas Soejakto (IG: @tomassoe)

Sejak awal karir saya sebagai vocal coach, saya banyak menemui penyanyi yang sejak awal suda kelihatan karakternya. Setelah saya telusuri satu persatu, saya menemukan bahwa mereka semua memiliki satu kesamaan, yaitu, semua adalah pecinta musik yang tulus. Mereka mendengarkan musik bukan hanya selewat, melainkan mendengarkan musik sebagai kegiatan penting dalam keseharian hidupnya. Mereka begitu mencintai musik, mendengarkan musik setiap saat, dan bernyanyi setiap saat.

Modal yang luar biasa penting bagi penyanyi bukan hanya suaranya, melainkan pendengarannya, pemikiran, dan seleranya. Suara penyanyi menyuarakan pemikiran, ide, kreatifitas, dan konsep musiknya, yang dijaga kualitasnya oleh selera. Sementara pendengarannya yang menjaga suaranya tidak fals dan agar selalu enak didengar, supaya suaranya bisa memikat pendengar, dan memasukkan pesan ke dalam benak mereka.

Satu-satunya cara untuk meningkatkan kemampuan pendengaran serta memperluas pemikiran dan selera kita adalah dengan memperbanyak referensi. Dengarkan musik sebanyak-banyaknya, buka telinga dan pikiran kita. Selalu cari musik baru, eksplorasi berbagai cara untuk bermusik dan bernyanyi, jangan menutup diri.

Selain mendengar, referensi penting lainnya adalah dengan melihat penampilan musik secara langsung. Jadikan konser dan pertunjukkan sebagai agenda rutin kita. Datang ke konser merupakan pengalaman musik yang lengkap. Karena selain merupakan pengalaman audio, konser juga merupakan pengalaman visual. Tidak hanya itu, kita pun jadi melihat interaksi musisi di atas panggung, gerak-gerik dan gestur penyanyi, kostum panggung mereka, reaksi penonton, dan lainnya.

Mulailah menjadi pendengar yang kritis!

Jika kita cinta musik dan serius ingin menjadi penyanyi handal, kita harus mulai menjadi pendengar serius pula. Bagaimana maksud saya mendengar kritis dan serius, begini misalnya. Kita mendengar lagu di radio, kita tidak lagi hanya menikmati permukaan saja, “oh lagunya enak.” Lalu sudah. Melainkan dalami lebih jauh, liriknya, cara menyanyikannya, ekspresinya, penggalan kalimatnya, improvisasinya, bahkan kalau perlu hingga aransemen musiknya, instrumentasi lagunya, bunyi pianonya, drumnya, dll.

Sosiolog dan filsuf Jerman, Theodore Adorno, membagi pendengar musik kepada 8 jenis. Dimulai dari “pendengar ahli”, dan diakhiri dengan “pendengar hiburan”. Pendengar ahli adalah mereka yang mendengar musik secara sadar tanpa melewatkan aspek apapun dalam musik yang mereka dengar. Kalau perlu, kita harus jadi jenis yang pertama ini.
Setiap kita mendengar dan melihat karya musik dan pertunjukkan, kita semakin mengenal diri kita sendiri juga. Yaitu kita semakin mengetahui apa-apa saja yang kita suka dan tidak suka. Apakah ini penting? Sebagai penyanyi hal ini sangat penting! Inilah yang akan membentuk selera kita, dan selera juga yang akan menentukan karakter.

Penyanyi yang referensinya luas akan lebih percaya diri dalam mengambil keputusan, karena ia sadar akan begitu banyaknya kemungkinan dalam musik lalu memilah-milah yang cocok dan tidak cocok menurut dia. Rasa percaya diri ini yang membuatnya berani menjadi dirinya sendiri, tanpa takut kritik, tanpa takut penolakan, ia betul-betul tahu apa yang ia lakukan dengan suaranya.