Mulai Bernyanyi

Mulailah bernyanyi dan mengumpulkan jam terbang, atau pengalaman tampil di depan penonton. Bagi sebagian dari kamu, ini adalah hal biasa. Tetapi bagi sebagian lagi, untuk bernyanyi dan benar-benar tampil di atas panggung di hadapan penonton adalah hal yang menakutkan. Apa yang ditakutkan? Takut akan kritik, penolakan, serta kegagalan. Padahal kritik dan penolakan adalah bagian dari berkarya. Seperti apapun karya kita, akan selalu ada kritik.

Jadi sangat merugi kita jika tidak berani berkarya karena takut kritik.

Seringkali ketika saya melatih seorang penyanyi yang suaranya belum “keluar”, ternyata masalahnya bukan ada pada teknik vokal, melainkan ada pada mental. Masalah utama dalam mental mereka adalah tidak percaya diri untuk betul-betul bernyanyi dengan lepas dan bebas berekspresi. Akhirnya, walau dia bisa bernyanyi dengan baik, ada rasa tertahan, kita sebagai pendengar pun bisa merasakan bahwa masih ada beban dan belum lepas sepenuhnya.

Tidak sedikit orang yang semasa kecilnya tumbuh dalam lingkungan yang tidak mendukungnya bernyanyi, baik secara langsung maupun tidak langsung. Misalnya sewaktu kecil, setiap kali ia bernyanyi, teman-temannya langsung mengejek. Lebih parah lagi, kadang orang tua yang menekan keinginan anaknya untuk bernyanyi, bahkan menertawakan mereka. Pengalaman ini tertanam di dalam pikiran anak, hingga dewasa ia akan berpikir bahwa ia tidak bisa bernyanyi. Padahal siapa tahu dia memiliki kekuatan tersembunyi. Tetapi kekuatan itu tidak pernah terlihat, karena orang itu sudah pesimis bahkan sebelum ia mencoba.

Bernyanyi di atas panggung

Apa yang kita dapat dari bernyanyi di atas panggung? Yang utama adalah pengalaman, dan pengalaman itu berharga, saya sangat percaya bahwa pengalaman adalah guru terbaik. Satu kali manggung mungkin nilainya sama dengan 10 kali pertemuan dengan pelatih vokal di studio. Ya, begitu besar pengaruhnya!

Perhatikan penyanyi baru dalam kompetisi bakat di TV, yang ketika audisi dia bagus, lalu dalam beberapa minggu saja dia berubah menjadi bagus sekali. Apa yang terjadi? Dalam menjalani rangkaian acara tersebut, dia “dipaksa” tampil dengan lagu baru setiap minggunya secara live di TV nasional, serta ditonton oleh jutaan orang. Di situlah mentalnya ditempa, penguasaan panggungnya semakin mantap, karakternya berkembang, dan rasa percaya dirinya meningkat luar biasa. Itu yang terjadi, dan terjadinya di atas panggung.

Saya tidak mengatakan kamu harus ikut kompetisi nyanyi, tetapi saya harap saya bisa meyakinkan kamu untuk cari kesempatan manggung sebanyaknya. Baik itu acara sekolah, kampus, acara kantor, bahkan acara keluarga sekalipun, semua itu saya hitung sebagai “jam terbang” penyanyi. Nikmati prosesnya, walau terkadang manggungnya ada yang sukses, dan ada yang kurang sukses, tetapi saya jamin kemampuan kamu akan meningkat dari panggung ke panggung.

Lalu jika kamu belum berhasil menemukan panggung untuk tampil, bagaimana? Bagi saya, merekam video serta mengunggahnya ke situs seperti Instagram dan YouTube juga bisa dianggap sebagai menambah pengalaman. Karena ada proses persiapan dan penampilan di dalamnya. Jadi, tunggu apa lagi? Mulailah dari sekarang.