Menemukan Karakter

Artwork by Tomas Soejakto (IG: @tomassoe)

Salah satu pertanyaan terbanyak yang saya terima di media sosial adalah tentang bagaimana kita menemukan karakter sebagai penyanyi, bisakah karakter dibentuk, dan seterusnya. Mari kita membahas soal karakter ini dengan satu persetujuan, yaitu kita semua setuju bahwa setiap penyanyi adalah unik, baik unik warna suaranya, unik range vokalnya, unik gaya nyanyinya, unik bahasa tubuhnya, pokoknya unik semuanya, sehingga membanding-bandingkan diri kita dengan penyanyi lain bisa menjadi hal yang kontra produktif. Kenapa?

Karena kita baru bisa mengembangkan apa yang kita punya, ketika kita sudah bisa fokus pada apa yang kita punya dan bukan pada apa yang orang lain punya.

Apa itu karakter? Karakter adalah hal yang membedakan seorang penyanyi dengan penyanyi lainnya. Karakter adalah ketika kita mendengar suara seorang penyanyi, kita bisa langsung mengetahui siapa pemilik suara tersebut. Karakter adalah hal yang membuat seorang penyanyi punya tempat di hati pendengarnya. Karakter adalah yang membuat seorang penyanyi tetap dicari walau banyak penyanyi lain dengan genre yang sama, Walau dua penyanyi sama-sama bernyanyi lagu opera dengan gaya seriosa misalnya, dua penyanyi tersebut tetap bisa dibedakan dari karakternya. Video YouTube VokalPlus: “Membentuk Karakter Vokal”.

Kalau seorang penyanyi terdengar biasa saja, bagus tapi tidak memorable, mudah dilupakan, banyak yang mirip, dan seterusnya, itu merupakan tkamu bahwa ia belum memiliki karakter yang kuat.

Menurut pengalaman saya melatih di Indonesian Idol, X-Factor Indonesia, The Voice, Rising Star, dan sebagainya, karakter lebih dicari penonton serta dihargai para juri, dibandingkan suara yang “bagus” saja. Penyanyi bersuara bagus dan jago tekniknya sangat banyak sekarang ini, namun yang memiliki karakter kuat, belum tentu.

Jadi bagaimana menemukan dan mengembangkan karakter? Menurut saya, karakter terbentuk dengan sendirinya, melalui proses yang alami. Karakter yang dibuat-buat, apalagi dibuat supaya mirip karakter penyanyi lain, tidak akan kuat dan bertahan, karena tidak tumbuh dari dalam, tidak ada akarnya. Setiap penyanyi bisa melakukan pencitraan di luar, tetapi karakter yang sesungguhnya berkembang dan tumbuh dari dalam.

Apa yang membentuk karakter, adalah pengalaman hidup. Khususnya pengalaman musik seorang penyanyi; Musik apa yang ia dengar, konser apa yang ia datangi, lingkungan bermusiknya seperti apa, siapa guru musiknya, dan lain sebagainya. Ada penyanyi yang sejak awal menyanyi sudah punya karakter, tapi ada juga penyanyi yang baru menemukan karakternya setelah beberapa tahun berkarir.

Jangan takut salah

Bagi saya, dalam seni musik itu tidak mengenal salah atau benar. Yang ada adalah enak dan tidak enak menurut telinga dan selera masing-masing pendengar. Ya, memang ada beberapa hal yang sudah pakem, ada teori yang begitu mendalam, dan sebagainya. Tetapi banyak gebrakan-gebrakan dalam musik yang tidak akan terjadi jika si penggagas gebrakan itu takut salah. Sederhana saja, lakukan apa yang membuatmu semangat, apa yang menurutmu keren dan bagus. Kritik itu biasa dalam seni, tetap lakukan saja, kadang terlalu mendengarkan orang lain malah membuat kita bingung. Dengarkan isi hatimu, dan jangan takut salah.

Setiap penyanyi itu spesial dan unik

Jalan hidup setiap orang berbeda. Latar belakang keluarganya, sekolahnya, makanan kesukaannya, selera humornya, dan seterusnya. Semua perbedaan itu sedikit banyak berpengaruh kepada karakter nyanyi seseorang. Waktu SD ia banyak mendengar musik Melayu karena orangtuanya selalu memutar musik Melayu di rumah, lalu ketika di bangku SMP ia banyak mendengarkan musik metal mengikuti selera kakak kelasnya di sekolah, lalu SMU dia mulai menemukan kecintaannya pada musik R&B, ketika masuk kuliah ia lalu bernyanyi reguler di kafe, menyanyikan jazz dan Broadway, semua itu akan berpengaruh pada gaya dan karakter bernyanyi dia.

Tidak hanya musik yang ia dengar, sifat seseorang juga berpengaruh pada karakter nyanyi. Saya contohkan lagi, misalnya semasa sekolah ia sering di-bully, sehingga ia tumbuh menjadi seseorang yang agresif, maka gaya nyanyinya juga akan agresif. Atau seseorang yang sifatnya kalem, gaya nyanyi dan musiknya juga akan kalem.

Nyanyi itu menyuarakan jiwa

Kita kadang tergoda untuk membanding-bandingkan karir nyanyi kita sendiri dengan karir nyanyi orang lain. Menurut saya hal ini malah dapat mengalihkan fokus kita dari karakter kita sendiri yang seharusnya kita kembangkan.

Selera dan karakter

Pada akhirnya, kita sebagai penyanyi ingin menjadi penyanyi yang kita sendiri ingin dengarkan. Dan apa yang ingin kita dengarkan bergantung dari selera kita. Cobalah untuk jujur pada diri kita sendiri, musik apa yang kita suka, gaya berpakaian seperti apa yang mewakili kepribadian kita, suara alat musik apa yang kita rasakan paling cocok mengiringi suara kita, dan berbagai hal nyanyi lainnya yang sesuai dengan selera kita, lalu fokus ke sana. Maka dari itu, sangat penting bagi kita untuk terus mengasah selera musik kita, dan selera kesenian kita secara umum.

Meniru untuk menjadi orang lain

Satu hal yang pasti menghambat proses mengembangan karakter, yaitu adalah mencoba meniru dan mencoba menjadi seperti penyanyi lain. Alasan nomor satu kenapa kita tergoda untuk meniru cara-cara bermusik orang lain adalah, kita tidak tidak percaya diri dengan cara bermusik kita. Kita terus mempertanyakan, apakah saya sudah melakukannya dengan benar? Apakah orang akan suka dengan cara-cara saya? Kita takut akan penolakan, dan mengacu pada orang lain yang sudah berhasil sebagai jalur aman.

Jika kamu penggemar berat Afgan, misalnya, kamu harus berpikir bahwa hanya ada satu Afgan di dunia, dan jika kamu mencoba meniru gayanya dengan harapan punya fans banyak seperti Afgan, kamu telah membunuh karakter kamu sendiri. Mengagumi seorang penyanyi tidak berarti harus menirunya. Meniru itu baik hanya untuk proses belajar. Misalnya meniru gaya improvisasi, meniru gaya ekspresi, dsb. Tapi lalu harus dikembangkan menjadi kreasi dengan ciri khasnya sendiri. Menjadikannya referensi, mengambil pelajaran darinya, tentu sah-sah saja. Tetapi ingat, bahwa kamu juga punya sesuatu yang spesial dan unik yang bisa ditawarkan pada dunia. Setiap penyanyi punya, saya percaya akan hal itu.

Sekarang pikirkan satu penyanyi yang menurut kamu hebat dan berkarakter kuat. Lalu tanyakan pada diri kamu, penyanyi ini mirip atau sama dengan siapa, kamu pasti akan kesulitan mencari jawabannya karena penyanyi ini tidak mencoba menirukan siapa-siapa. Jika pun ia mirip dengan penyanyi lain, mungkin saja ia banyak terinspirasi dari penyanyi lain tersebut, tetapi tetap saja ia memiliki ciri khasnya sendiri dan tidak menjadi “karikatur” penyanyi lain.

Berikut ini beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk mengembangkan dan memperkuat karakter.

  1. Dengarkan musik sebanyak-banyaknya, jangan terpatok genre, buka telinga dan pikiran.
  2. Mulai bernyanyi dan perbanyak jam terbang! Jangan takut salah dan kritik.
  3. Sering merekam diri sendiri dan evaluasi. Sesuaikan dengan preferensi kamu.
  4. Percaya diri, yakin bahwa setiap penyanyi memiliki keunikan masing-masing.

Jangan jadi Afgan, Raisa, atau Agnez Mo berikutnya. Tapi jadilah kamu yang pertama.